Komunikasi merupakan salah satu skill yang dibutuhkan di semua pekerjaan, sebagai personel polisi yang bertugas sebagai Bintara, Perwira dalam fungsi intjelijen, Reserse, Babinkamtibmas, Lantas Samapta, Propam, staf pembantu di Polda, Polres, dan Polsek operasional maupun bidang manajemen.

Komunikasi yang baik adalah kunci dari kesuksesanmu dalam menjalani karir. Ingin mendapatkan kepercayaan dari pimpinan? Skill komunikasimu harus baik. Ingin dapat cepat atau bertahan dalam tugas sesuai fungsimu? Tentu skill komunikasimu harus baik juga.

Cara berkomunikasi yang baik dalam dunia kerja kepolisian, Kenali cara berkomunikasi yang baik dalam dunia kepolisian.

Banyak PNPP (Pegawai Negeri Pada Polri) sering dihadapkan pada posisi di mana apapun tindakan apapun yang diambil akan memiliki potensi kesalahan, namun tidak berani mengutarakannya kepada atasan. Tak jarang pula pada akhirnya anggota tersebut memilih pasrah bekerja sesuai skepnya..

Meskipun mutasi atau promosi merupakan hak setiap pekerja, dengan komunikasi yang lebih baik hal-hal seperti ini bisa diminimalisir.

Memiliki kesepahaman dengan atasan merupakan jalan pertama yang harus kamu tempuh, atasanmu tentu tidak akan selalu tahu kalau beban kerjamu ternyata telah tertumpuk begitu banyak dan mendapatkan beban-beban baru yang semakin membuatmu kewalahan.

Maka dari itu kamu perlu mengkomunikasikan pekerjaanmu dengan timeline dan objective yang jelas. Karena dengan begitu, akan banyak manfaat yang kamu bisa dapatkan. Komunikasi yang baik akan menghasilkan kebaikan juga untuk perkembangan karirmu.

Komunikasi yang baik akan membawa banyak manfaat baik bagi kamu sebagai polisi di fungsi apapun, maupun masa depan karirmu.

Berikut penjelasannya:

  1. Mencegah masalah.
    Dengan komunikasi yang baik dan jelas, kamu dapat mengkonfirmasi semua hal dengan jawaban afirmatif, ya atau tidak. Kalau kedua jawaban tersebut terlalu keras bagimu, dapat dicoba untuk bernegosiasi untuk mendapatkan kata mufakat yang menguntungkan baik bagi rekan pekerja, atasan, rekanan maupun satuan.
  2. Menciptakan hubungan yang lebih baik.
    Setelah menset komunikasi yang baik dan jelas, kamu akan tahu batasanmu dan batasan pihak lain saat berkomunikasi maupun saat bekerja. Hal ini akan membawa kejelasan juga pada hubungan yang kamu bangun. Baik itu sesama pekerja, pekerja – atasan, maupun satuan – masyarakat.
  3. Membangun kepercayaan
    Setelah mengetahui batasan cara berkomunikasi yang baik, akan tumbuh rasa saling percaya antar pihak yang saling berkomunikasi. Hal ini akan sangat bermanfaat karena sebagai makhluk sosial yang berinteraksi satu sama lain, kepercayaan dalam bidang bisnis menjadi salah satu penentu laju kembang satuan di masa depan.
  4. Meningkatkan kekompakan.
    Telah disinggung di awal artikel bahwa posisi administrasi, operasional, staf pembantu, pelayan publik kepolisian maupun manajerial merupakan suatu kesinambungan satuan Polres (kepolisian resor) yang tidak dapat bekerja sendiri-sendiri. Semua posisi ini harus bekerja sama untuk meningkatkan kekompakan sehingga tujuan perusahaan tercapai. Karena apabila tujuan satuan kepolisian resor tercapai, maka tujuan individu setiap pekerja pun akan tercapai sampai ke akar-akarnya. Pastikan timmu di kantor selalu kompak dengan komunikasi yang baik ya!
  5. Membangun produktivitas
    Dengan komunikasi yang telah berjalan dan kekompakan yang terjaga, bukan hanya tujuan satuan dan tujuan individu setiap karyawannya yang tercapai. Lebih jauh dari itu, produktivitas kerja yang meningkat karena tim yang solid akan membawa tempatmu bekerja menjadi lebih baik dari sebelumnya. Tentu, ini juga akan berdampak baik pada karir serta penghargaan dari pimpinan!

10 Cara berkomunikasi yang baik
Memperhatikan tutur kata merupakan langkah pertama untuk berkomunikasi dengan baik.

Setelah tahu manfaat dari komunikasi yang baik bagimu secara pribadi dan perusahaan, berikut langkah-langkah konkret yang bisa kamu mulai terapkan sehari-hari untuk berkomunikasi:

  1. Perhatikan tutur kata.
    Berkomunikasi yang baik tentu menggunakan bahasa yang baik. Hal ini bukan berarti kamu harus menjadi manusia super formal dan menjadi kaku dalam berkomunikasi. Namun tempatkan cara berbicaramu sesuai dengan peruntukannya. Kamu bisa sedikit lebih santai pada suasana kantor biasa, namun menjaga perkataan dengan menggunakan bahasa yang formal ketika diharuskan presentasi di depan tim, terutama pada hal-hal yang cukup penting atau dengan atasan.
  2. Perhatikan bahasa tubuh dan intonasi .
    Kamu mungkin tidak selalu sadar dengan bahasa tubuhmu atau intonasimu. Namun hal ini cukup berpengaruh dalam komunikasi, seperti menatap wajah lawan berbicara, menggunakan tangan serta intonasi yang menyenangkan ketika berkomunikasi dengan pihak lain akan membuat cara berkomunikasimu menjadi lebih baik.
  3. Mendengarkan dengan baik.
    Komunikasi tidak hanya tentang apa yang kamu utarakan dan pikirkan, hal yang orang lain utarakan juga merupakan bagian dari komunikasi. Maka dari itu, pastikan kamu mendengarkan dengan baik lawan bicaramu saat berkomunikasi.
  4. Bersikap terbuka.
    Setelah kamu dapat mendengarkan dengan baik, kamu juga harus dapat memulai memperbaiki persepsi dan pola pikirmu. Karena komunikasi terjadi pada minimal dua orang, pastikan kamu terbuka dengan hal-hal baru dan ide-ide yang mungkin tidak selalu sama dengan apa yang kamu ketahui. Kolaborasi hal-hal baru dapat menjadi hal baru yang menyenangkan kalau kamu bisa bersifat terbuka.
  5. Memberi support.
    Ada kalanya ketika kita berkomunikasi, lawan bicara kita bukan ingin mendapatkan jawaban atau masukan kita, terutama apabila lawan bicara ini menceritakan masalah-masalah pada pekerjaannya. Hal yang bisa kamu lakukan adalah mendengarkan dengan baik dan memberi tahu bahwa mereka tidak sendirian dan kamu memberi support atas tindakan-tindakan baik mereka.
  6. Jangan hanya fokus pada diri sendiri.
    Telah diketahui bahwa komunikasi membutuhkan paling tidak dua pihak, maka dari itu ketika melakukan komunikasi pastikan kamu tidak hanya fokus pada dirimu sendiri. Cobalah untuk membiasakan diri melihat dari sisi lawan bicaramu.
  7. Memberi nasihat hanya ketika diminta .
    Pernah dalam posisi saat kamu ingin cerita namun malah diberi nasihat panjang lebar? Ya hal tersebut memang cukup menjengkelkan. Maka dari itu, ketika ada rekan kerja bercerita atau mengkomunikasikan sesuatu, pastikan kamu tahu bahwa mereka membutuhkan nasihat atau hanya sekedar ingin bercerita.
  8. Mengendalikan emosi.
    Berkomunikasi tidak akan selalu mulus dan penuh dengan senyuman, ada kalanya kamu harus menyampaikan berita kurang menyenangkan atau kamu dihadapkan dengan informasi yang tidak menyenangkan. Maka dari itu belajar mengendalikan emosi saat berkomunikasi juga dibutuhkan.
  9. Menyisipkan humor.
    Humor merupakan salah satu ice-breaker yang cukup efektif dalam komunikasi, membuat kondisi cukup cair dan tidak begitu tegang akan memperbaiki caramu berkomunikasi. Namun harus dipastikan juga humor yang kamu sampaikan cukup sopan dan dapat diterima oleh rekan berkomunikasimu. Alih-alih mencairkan suasana, kamu malah membuat membuat emosimu semakin naik-turun.
  10. Berbesar hati.
    Hal terakhir dalam cara berkomunikasi yang baik adalah berbesar hati, hal ini menjadi penting karena dengan berbesar hati kamu akan bisa berkomunikasi dengan baik, serta akan membuatmu siap dengan keadaan-keadaan dalam komunikasi yang mungkin tidak bisa sepenuhnya kamu kontrol.
    Setelah mengetahui cara berkomunikasi yang baik dan manfaatnya untuk perkembangan karir, sekarang saatnya memulai komunikasi dengan lebih baik dengan rekan-rekan kerjamu di kantor atau selama Zoom meeting!
    Tetaplah menjadi polisi yang baik. Senantiasa berdoa dan bersyukur
    PakKapolresNgawi.@PoldaJatim

Oleh: Dwiasi Wiyatputera

admin hello malangku
humaspolresmalangkota@gmail.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *