Semarapura Klungkung Bali –
Pelabuhan Bias Munjul merupakan bagian dari proyek Pelabuhan Segitiga Emas yaitu, Pelabuhan Sanur, Nusa Penida, dan Nusa Ceningan yang harus terselesaikan pada tahun ini (tahun 2022 -red).

Proyek Pelabuhan Bias Munjul yang diperkirakan dapat membawa perubahan ekonomi masyarakat Bali khususnya masyarakat Lembongan terus dikebut agar dapat terselesaikan dan dapat beroperasi sesuai target yang sudah ditentukan.

Terbukti pertanggal 11-17 Juli atau diminggu ke 81 progres pengerjaannya sudah mencapai 84,27 % dari yang direncakan 73,39 %, berarti saat ini sudah melebihi dari target (Deviasi 10,89 %).

Demikian kata Pengawas Proyek Pelabuhan Bias Munjul Yulizar kepada tim media Kamis, (21/7/2022).

Adapun progres terhadap bobot item pekerjaan yang sudah terselesaikan,

  1. Pekerjaan Pengerukan = 53,25%
  2. Pekekerjaan Revetment & DPT = 99,19%
  3. Pekerjaan Dermaga Apung = 100%
  4. Pekerjaan Dermaga Roro = 99,44%
  5. Pekerjaan Pelinggih = 100%
  6. Pekerjaan Gedung Terminal = 94,91%

“Kami selaku konsultan Majanjemen Konstruksi (MK) mendorong kontraktor pelaksana untuk mengupayakan agar proyek pelabuhan Bias Munjul ini, bisa selesai tepat waktu”, tutur Yulizar yang akrab dipanggil Pak Yul, sembari menyampaikan, memang selama pengerjaan sempat ada kendala teknis dilapangan, namun secara umum dapat diatasi dan diselesaikan.

Lebih lanjut Kata Yulizar, Kecuali pada pelaksanaan pengerukan yg ada kendala, karena ditemui adanya batuan karang padat keras.

“Kapal CSD yg ada tidak mampu mengikis (memecah) karang yg ada”, lanjutnya.

Saat ini sudah terjadi penggantian kapal keruk CSD 3 kali ganti. Pertama Kapal CSD Galileo, kedua kapal CSD Julong dan ketiga Bhumi Putera yg sekarang beroperasi.

“Kami pun sebagai Konsultan MK bersama Kontraktor Pelaksana dapat arahan dari PPK Proyek Pembangunan Pelabuhan Bias Munjul, Bapak Darmawanto, bahwa pekerjaan pengerukan bukanlah pekerjaan yang sebatas diupayakan tetapi harus diselesaikan, agar proyek pelabuhan nantinya dapat berfungsi maksimal.

“Dari arahan tersebut pihak kontraktor pelaksana PT. NINDYA KARYA (Persero) mengambil langkah berencana menambah kapal khusus pemecah karang berupa Clumshell dan Exca pontoon”,Pungkas Yulizar,

Dan saat ini masih dalam proses negosiasi dan pertimbangan oleh pihak manajemen pusat Nindya Karya.

Pembangunan tersebut diharapkan mampu meningkatkan kegiatan ekonomi maupun spiritual antara tiga wilayah yaitu Sanur, Nusa Penida dan Nusa Ceningan Lembongan.

Sementara ditempat terpisah Komang Gede Dewantara salah satu Ketua Kelompok Nelayan di Desa Lembongan menyampaikan rasa terimasihnya kepada pemerintah telah membangun pelabuhan kapal cepat (fast boat) yang nantinya bisa melayani angkutan penumpang dari daratan Pulau Bali ke Lembongan.

“Sehingga kami masyarakat Desa Lembongan merasa diperhatikan juga dari segi pertumbuhan ekonomi”, ungkapnya.

Masih dari Komang Gede Dewantara, selain ketua nelayan dia juga selaku petani rumput laut yang saat ini telah merasakan manfaat dari pengerukan sehingga hasil panen rumput lautnya sangat bagus dan melimpah.

“Di daerah sini aja ada 35 petani rumput laut pak, kata Komang Gede Dewantara dan sudah merasakan hasilnya rumput lautnya sangat bagus”,tambahnya.

Dengan adanya proyek ini, kami masyarakat Lembongan tidak merasa terganggu. Bahkan kami sangat mengharapkan kedepan masyarakat Desa Lembongan lebih sejahtera lagi dengan adanya pelabuhan yang bisa mebarih wisatawan datang ke Desa Lembongan.

admin hello malangku
humaspolresmalangkota@gmail.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *